Sabtu, 18 Mei 2013

PTK ( PENELITIAN TINDAKAN KELAS )


ENGLISH
Examples of TOD English SMP following may be useful for those of you who are in the process of making TOD , used as a reference please.
Before getting file Example TOD English junior this please see his review first to make sure if this is really you're looking for
CHAPTER I
INTRODUCTION
1.1 Background
Common and important issues that prompted the authors to conduct this research that berkembanganya new demands in the era of instant information revolution komnunikasi and by simply pressing a particular button, for example on electronic innovation: HP, computer etc.. Surely the process of education and educational outcomes as well as the condition of the challenges that will come obstacles students who definitely different this time. With the changing times towards Hi_Tech perbagai touched on facets of the competition has reached a certain goal is increasing the quantity and its quality. In the educational process would require careful preparation by researching to find solutions solving real problems learning activities both qualitative and quantitative and crack lajuti synergistic manner.
Specific and real problems occur in educational activities and learning which is as follows:
First, there is a view that motivation decreases child or children due to use traditional lazy to learn the majority of his time to watch TV, watch VCD / DVDs, playing PS games (play Stattion), playing with the HP / Mobile be it SMS or a game, playing games on computer and other electronic devices. This shows that the child is interested in playing on artificial or games on electronic devices or communication technology tools. Because of this condition, the development of the learning process. would need to be open to the demands of the era that many conditions using electronic devices. Education then packed using electronic media opportunity for interested students and reduce kemalsan learn when deliberately prepared and professional responsibility. And from the observations we can know a lot of International School (SBI) which is a prestigious school in a particular city mengaharuskan many students bring laptop as a learning tool in school or outside of school. If indeed the research findings that PC tertetentu program beneficial in improving educational achievement then why do not we apply? By being able to utilize a PC, laptop or internet in the community of educators and children of the technology will not stutter. And if teachers can make their own props in the form of interactive learning software will be more appropriate and educational achieve the learning objectives. Hardware in junior high school because now be applied even if the number is still less for one child one computer, when attempting to still be applied. Causes of decreased motivation theory as internal and eksten. For example, schools in general as: time / break time at school is too short, less available space or time to play, was having trouble at home, "chaotic" eg add new residents, do not like / school phobia because it may not provide a school library book -appropriate books, being sick, sad because of the new possible fight with a good friend, and the loss of his favorite books or indeed hobbinya lazy, saw seniors graduating 100% by the way there is a friend who is good at cheating decreased by way of SMS or no opportunity to decline to a friend three replications etc..
Secondly, there is the discourse that most junior high kids do not graduate because they do not speak English, right? This is relatively true from observation they did not pass the main cause for Top UN math or english kelululusan below the minimum standard. So the question arises: "how solutions eliminate failures child does not pass the right way or honest?"Of course require research. And fraud in obtaining test scores also resulted in decreased child's motivation to learn. Such as that contained in the Bulletin of the National Education Standards May 2007: "Although the arrangements for the National Examination 2007 has been completed or the UN, but there are still a myriad of issues to be resolved.Among them is the investigation into allegations of fraud examination at various schools. Not be denied, the UN organization that monitored and supervised by the Independent Monitoring Team (TPI) which involves professors from various universities, apparently fraudulent practices still exist in many places. Ironically, this is precisely the UN fraudulent practices implemented systematically by the Department of Education, principals, teachers, and certain other parties
Third, there is a view that children get bored reading about directly answering multiple choice questions because because is too difficult for him. To overcome this problem bank accordance teachers need to learn from the easy steps towards a difficult and weight difficulties
proportional logical approach normal curve.
Fourth, the problem of the third test requirements with electronic instant results and no cheating in the test needs to be applied. While the teachers find it difficult to make a test with computer media. And appropriate test media teaching purposes could not be found.
In accordance with the description of the background of the above problems, the authors conducted a study to take the title: "Increasing Motivation Learning English Material Short Text melaului Functional Test Model MCS Software Maker Script Different With Students Against Computer Class Viii A SMP Negeri 1 Sumbergempol vBulletin
1.2. Problem Formulation
Based on the description of the background of the problem then the problem is formulated as follows: "Does implementing MCS software test models of different texts with a computer maker can increase the motivation to learn English short functional text material for class VIII A SMP Negeri 1 Sumbergempol vBulletin?


INDONESIA
Contoh PTK Bahasa Inggris SMP berikut ini semoga berguna buat anda yang sedang dalam proses Pembuatan PTK, silakan dipergunakan sebagai bahan acuan.
Sebelum mendapatkan file Contoh PTK Bahasa Inggris SMP ini silakan lihat reviewnya terlebih dahulu untuk memastikan apakah ini yang benar-benar anda cari
B A B    I
P E N D A H U L U A N
1.1  Latar Belakang Masalah
Permasalahan umum dan penting yang  mendorong  penulis untuk mengadakan penelitian ini yaitu  berkembanganya tuntutan baru pada era  revolusi komnunikasi dan informasi instant  dengan hanya menekan tombol tertentu , misalnya pada inovasi elekronik : HP, komputer dll. Tentunya   proses  pendidikan dan hasil pendidikan serta kondisi tantangan rintangan  yang akan datang anak didik  yang pasti berbeda dengan saat ini. Dengan adanya perubahan jaman menuju Hi_Tech menyentuh  di perbagai  segi kehidupan maka persaingan sudah mencapai tujuan tertentu semakin meningkat kwantitas dan kwalitasnya. Dalam proses pendidikan  tentu memerlukan persiapan yang cermat dengan   meneliti mencari solusi pemecahan masalah nyata  kegiatan pembelajaran baik itu kwalitatif maupun kwantitatif  dan menindak lajuti dengan cara sinergis.
Permasalahan yang khusus  dan nyata terjadi dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran yakni sebagai berikut :
Pertama, ada wacana bahwa motivasi belajar anak menurun atau  anak malas belajar disebabkan   mengggunakan sebagain besar waktunya untuk nonton TV, nonton VCD/DVD, bermain game PS (play Stattion),  bermain dengan HP/Handphone baik itu SMS atau game, bermain game di Komputer dan alat eletronik lainnya. Hal ini menunjukan bahwa anak tertarik pada permaian artificial atau game pada alat elektronik ataupun alat teknologi komunikasi. Karena berkembangnya kondisi ini   maka proses pembelajaran. tentu perlu terbuka   menerima tuntutan kondisi  jaman yang banyak menggunakan alat elektronik. Maka pendidikan yang dikemas menggunakan media elektronis berpeluang untuk diminati siswa dan mengurangi kemalsan belajar bila sengaja dipersiapkan dengan bertanggung jawab dan profesional.  Dan dari pengamatan bisa kita ketahui banyak Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang merupakan sekolah bergengsi  di kota  tertentu banyak yang mengaharuskan muridnya membawa Laptop sebagai alat belajarnya di sekolah ataupun di luar sekolah. Bila memang hasil  peneltian bahwa PC dengan program tertetentu bermanfaat dalam peningkatan prestasi pendidikan maka mengapa tidak kita terapkan ? Dengan bisa menfaatkan PC  , laptop atau internet yang ada di masyarakat   para pendidik dan anak anak  tidak gagap terhadap teknologi nantinya. Dan bila guru bisa membuat alat peraga sendiri berupa  software pembelajaran yang interaktif dan edukatif akan lebih tepat mencapat tujuan pembelajaran. Karena Hardware di SMP saat ini sudah dapat diterapkan walaupun jumlah masih kurang untuk 1 anak satu komputer, bila diusahakan masih bisa diterapkan. Penyebab motivasi belajar menurun secara teori karena  intern dan eksten . Misalnya sekolah pada umumnya karena : waktu / jam istirahat di sekolah terlalu singkat, kurang tersedia tempat atau waktu untuk bermain, sedang punya masalah di rumah, “kacau” misal tambah warga baru, tidak suka/phobia sekolah karena mungkin saja perpustakaan sekolahnya belum menyediakan buku-buku yang memadai, sedang sakit, sedih mungkin karena baru bertengkar dengan teman baik, kehilangan buku kesayangannya dan atau memang hobbinya malas, melihat kakak kelas lulus 100 % dengan cara  ada yang curang menurun teman yang pandai dengan cara SMS atau ada kesempatan menurun dengan teman ketiga ulangan dll.
Kedua, ada wacana bahwa anak SMP tidak lulus kebanyakan karena tidak bisa bahasa Inggris, benarkah ?  Hal ini memang relatif benar dari pengamatan memang mereka tidak lulus penyebab utamanya yaitu karena Nilai  UN matematika atau bahasa inggris dibawah standart minimal kelululusan. Maka pertanyaan yang muncul  : ”bagaimana solusi menghilangkan  kegagalan anak tidak lulus dengan cara yang benar atau jujur ? ” Tentunya memerlukan penelitian.   Dan  adanya kecurangan dalam memperoleh nilai ujian yang juga mengakibatkan motivasi belajar anak menurun. Misalnya seperti yang termuat dalam Buletin BSNP   mei 2007 : ” Meskipun penyelenggarakan Ujian Nasional atau UN 2007 telah selesai, namun masih ada segudang permasalahan yang perlu diselesaikan. Diantaranya adalah investigasi terhadap dugaan terjadinya kecurangan UN di berbagai sekolah. Tidak dinafikan, penyelenggaraan UN yang dipantau dan diawasi oleh Tim Pemantau  Independen (TPI) yang melibatkan dosen dari berbagai perguruan tinggi, ternyata praktik kecurangan masih terjadi di banyak tempat. Ironisnya, praktik kecurangan UN ini justru dilaksanakan secara sistematik oleh pihak Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, dan pihak tertentu lainnya
Ke tiga, ada wacana bahwa anak bosan  membaca soal langsung menjawab soal pilihan ganda karena soalnya terlalu sulit baginya. Untuk mengatasi ini  guru perlu bank  soal sesuai  tahapan  belajar  dari  yang  mudah  menuju  yang  sulit  dan  bobot  kesulitannya
proposional logis mendekati kurve normal.
Keempat,  Dari ketiga masalah tersebut  kebutuhan tes dengan hasil  instan elektronik dan tak ada kecurangan dalam tes semakin perlu diterapkan. Sementara para guru merasa sulit membuat media tes dengan komputer. Dan media tes yang sesuai tujuan pengajaran tak bisa ditemukan.
Sesuai dengan uraian latar belakang masalah di atas, penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul: ”  Peningkatkan Motivasi  Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Fungsional Pendek  Melaului Tes Model Software MCS Maker Naskah Berbeda Dengan Komputer Terhadap Siswa Kelas Viii  A  SMP  Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut : “Apakah menerapkan tes model software MCS maker naskah berbeda  dengan komputer dapat meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris materi  teks fungsional pendek terhadap siswa  kelas VIII A SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung ?

semoga bermanfaat.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar